ada kisah disetiap alinea

Drama Menuju ASI Eksklusif 6 Bulan

Proses menyusui pasca melahirkan caesar bukanlah perkara mudah seperti tayangan iklan di tv atau gambar keceh nan indah di instagram. Menahan rasa sakit bekas jahitan diperut, mengelola emosi gelar ibu baru yang naik turun, memahami bayi yang menangis terus karena kehausan dan produksi ASI yang masih sedikit.

Sempat terlintas sufor aja apa? Ditengah keputusasaan dan kegugupan orangtua baru dukungan dan semangat berdatangan dari teman-teman yang lebih dulu melahirkan. "Tenang aja bayi baru lahir butuh ASI dikit dan lambungnya masih kecil". "Nenenin terus nanti makin banyak". "Jangan mau sufor neng, tetap keras kepala menyusui, ASI gratis! Sufor bayar". "ASI itu hak bayi, ayo dipenuhi". "Ayo semangat, ini dapat kado breastpump!".

Bismillah, tarik nafas dan bertekad keras kepala mengASIhi bagaimana pun caranya minimal target ASI eksklusif 6 bulan. Bersyukur fey lahir di RS yang pro ASI dan dengan berat 3.6 kg (tidak premature) dan tidak ada indikasi medis untuk tambahan sufor. Jadi makin semangat ngASI. Tekad pun diuji mulai dari payudara bengkak, puting lecet, kebelah, berdarah, pelekatan belum oke, bayi GS, bayi haus terus, bingung puting, stok ASIP berkurang, malas pompa atau ibunya laper terus. Ternyata menyusui itu penuh perjuangan permisaaah. Perlahan sederet drama menyusui itu akhirnya mampu terlewati ketika istri dan suami kompak, tosss papi ASI!. Capek iya, ngantuk iya, nangis iya, jenuh iya, ribet iya. Tapi layak untuk diperjuangkan dan nikmati. Jadi inget sejarah dulu menanti alinea pertama ini hampir setahun, diuji keguguran dulu, diberi tantangan kehamilan dulu, sehingga sebisa mungkin menjaga titipan Allah ini dengan sebaik-baiknya. Moga-moga bisa dua tahun sesuai perintah Allah di AlQuran. Amiin.

Jika ada selintingan, "bayinya gendut ya, sufor ya?". "Alhamdulillah saat ini masih full ASI".  "Kok bayinya gak ASI?". "Ini ASI yang diperah kok :)". "Nanti klo dah kerja sufor aja biar gak ribet". "Diusahakan ASI dulu, jika tidak mencukupi baru campur sufor". Akan selalu ada berbagai perkataan yang menggoyahkan iman. Atau pandangan ibu senior kepada ibu baru yang menyudutkan.

Tetaplah teguh pada pendirian yang baik menurut kita jika itu memang baik. Setiap Ibu dan bayi itu berbeda kondisi. Tidak bisa disamakan. Maka hargailah perbedaan dan apapun keputusannya. Karena tiap Ibu pasti akan persembahkan yang terbaik untuk buah hatinya. ASI bagus, bahkan dianjurkan WHO minimal ASI eksklusif 6 bulan. Namun bagi ibu atau bayi yang terkendala medis dianjurkan dokter sufor untuk lebih cepat menaikkan berat badan atau pun hambatan lainnya tetap semangat dan positif. ASI bagus sufor juga bagus. Sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. (Duh, kepanjangan)

Alhamdulillah legaaa dan gak nyangka! Selamat ASI Eksklusif 6 bulan alinea pertamaku. Akhirnya sampai juga dititik S1mu. Berat badanmu montok 8,3kg menyaingi lekukan roti sobek upsss. Perih luka tak berasa dibanding bahagia melihatmu tumbuh. Teruslah berkembang dengan sehat dan ceria. Doakan agar tetap bisa mengASIhimu hingga golden usiamu. Terima kasih untuk kebahagian baru yang selalu ada ditiap hari kami. Terima kasih membuat kami belajar banyak hal.

Salam sayang, 
Mommy Poppy



Read More

© helo ismi, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena